Selama lebih dari satu dekade mendampingi ratusan perguruan tinggi di Indonesia, saya melihat satu pola yang hampir selalu terjadi ketika sebuah kampus akan memilih sistem informasi.
Diskusi yang muncul hampir selalu berputar pada pertanyaan yang sama.
"Apakah sudah terintegrasi dengan Feeder PDDIKTI?"
"Apakah sudah mendukung OBE?"
"Apakah laporan akreditasi bisa dihasilkan secara otomatis?"
"Apakah seluruh format pelaporan sudah sesuai regulasi?"
Semua pertanyaan tersebut penting.
Namun saya justru ingin mengajukan sebuah pertanyaan yang lebih besar.
Apakah tujuan sebuah sistem informasi kampus hanya sebatas menghasilkan laporan?
Menurut saya, jawabannya adalah tidak.
Kita Terlalu Lama Berfokus pada Administrasi
Tidak dapat dipungkiri bahwa selama bertahun-tahun transformasi digital di perguruan tinggi lebih banyak diarahkan pada digitalisasi proses administrasi.
Bagaimana data mahasiswa tersimpan.
Bagaimana nilai dapat dikirim ke PDDIKTI.
Bagaimana kurikulum terdokumentasi melalui OBE.
Bagaimana laporan akreditasi dapat disusun lebih cepat.
Semua itu memang penting.
Tetapi semua itu hanyalah fondasi.
Sayangnya, banyak kampus tanpa sadar menjadikan fondasi tersebut sebagai tujuan akhir.
Padahal Tantangan Kampus Hari Ini Sudah Berubah
Hari ini perguruan tinggi menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan sepuluh tahun lalu.
Jumlah mahasiswa baru semakin kompetitif.
Persaingan antar perguruan tinggi semakin ketat.
Kebutuhan industri berubah lebih cepat dibandingkan perubahan kurikulum.
Artificial Intelligence mulai mengubah cara belajar, cara mengajar, cara bekerja, bahkan cara mengambil keputusan.
Pertanyaannya adalah...
Apakah Feeder PDDIKTI mampu menjawab semua tantangan tersebut?
Tentu tidak.
Karena Feeder memang tidak dirancang untuk itu.
Begitu pula OBE.
OBE adalah sebuah pendekatan akademik yang sangat penting untuk memastikan capaian pembelajaran mahasiswa.
Namun OBE bukanlah sistem yang dirancang untuk membantu rektor mengambil keputusan strategis mengenai masa depan institusi.
Kampus Membutuhkan Lebih dari Sekadar Sistem Informasi
Bayangkan apabila setiap pagi seorang rektor membuka dashboard dan langsung mengetahui:
- Program studi mana yang mengalami penurunan peminat.
- Fakultas mana yang memiliki risiko penurunan akreditasi.
- Mahasiswa mana yang berpotensi putus studi.
- Mata kuliah mana yang paling banyak menyebabkan keterlambatan kelulusan.
- Dosen mana yang membutuhkan peningkatan produktivitas penelitian.
- Unit mana yang mengalami pemborosan anggaran.
- Prediksi jumlah mahasiswa baru tahun depan.
- Rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan minggu ini.
Inilah yang seharusnya menjadi tujuan teknologi.
Bukan sekadar menyimpan data.
Tetapi mengubah data menjadi insight, kemudian mengubah insight menjadi keputusan.
Saatnya Mengubah Cara Memilih Vendor
Saya percaya sudah saatnya perguruan tinggi mulai mengubah pola pikir ketika memilih partner teknologi.
Jangan hanya bertanya:
- Apakah sudah support Feeder?
- Apakah sudah support OBE?
- Apakah semua laporan tersedia?
Tetapi mulailah bertanya:
- Bagaimana sistem ini membantu pimpinan mengambil keputusan?
- Bagaimana seluruh data kampus dapat diintegrasikan menjadi satu sumber informasi?
- Bagaimana Artificial Intelligence dimanfaatkan untuk memberikan rekomendasi?
- Bagaimana sistem mampu memberikan prediksi dan early warning sebelum masalah terjadi?
- Bagaimana teknologi ini tetap relevan lima hingga sepuluh tahun ke depan?
Karena pada akhirnya, hampir semua vendor dapat membuat fitur.
Tetapi tidak semua vendor mampu membangun intelligence.
Dari Digital Campus Menuju Intelligent Campus
Saya percaya masa depan pendidikan tinggi bukan lagi tentang siapa yang memiliki aplikasi paling banyak.
Bukan pula siapa yang memiliki fitur paling lengkap.
Masa depan perguruan tinggi adalah bagaimana seluruh data yang dimiliki mampu diolah menjadi pengetahuan, kemudian menjadi rekomendasi, lalu menjadi keputusan yang lebih baik.
Di sinilah perbedaan antara Digital Campus dan Intelligent Campus.
Digital Campus membantu operasional kampus berjalan lebih efisien.
Sedangkan Intelligent Campus membantu para pemimpin kampus melihat masa depan dengan data yang lebih akurat dan keputusan yang lebih cerdas.
Penutup
Feeder PDDIKTI penting.
OBE juga penting.
Akreditasi tetap penting.
Namun semuanya hanyalah bagian dari perjalanan transformasi perguruan tinggi.
Tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan laporan.
Tujuan akhirnya adalah menciptakan perguruan tinggi yang mampu mengambil keputusan lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berdampak.
Karena pada akhirnya...
Kampus tidak membutuhkan lebih banyak fitur. Kampus membutuhkan lebih banyak intelligence